hujan di Aas
November 13, 2005
hujan…
kerap datangmu buatku sebal
tapi, eh, hujan..
-
tolong bawa rindu ini
meresap ke tanah
mengalir bersama, bergemericik ceria,
di perjalanan indah ke laut
dimana akan dibawanya ke angkasa oleh mentari
rinduku hari ini
dan rinduku hari - hari kemarin
bersama bulir-bulir rindu lain yang mengawan
-
maka jangan sedih
jangan pula menangis
karena akan kaudapati rinduku itu
sebagai embun pagi di ujung dedaunan
esok pagi
-
*dalam syukur yang semoga takkan pernah putus*
alif,13112005,22:31
November 15th, 2005 at 9:26 pm
apakah rindu hanya tetesan air yang menempel di kaca jendela?
bisakah ia berakhir saat hujan berhenti??
to: Alief, dibutuhkan sedikit keberanian serta kenekadan untuk mewujudkan sesuatu….
syair itu ditulis utk lelaki kabut, tp, kayaknya cocok juga buat alief…
AJA2 FIGHT!!!
November 16th, 2005 at 2:15 am
ah mut, ini tidak seperti yang kamu pikir. hanya memuaskan sisi romantisme diri aja. lelaki kabut? apa itu? lelaki kalut kali?
November 17th, 2005 at 6:21 am
oalah
ndilaalah gay
puisine ngono
November 21st, 2005 at 1:02 am
setuju aja deh sama mas bagus
:)
:) (eits, mboten pareng nesu)
December 13th, 2005 at 1:13 am
huahahahha…
lelaki kabut yang sedang kalut menunggu waktu untuk turun ke bumi..sebab langit nampaknya belum juga menurunkan SK untuk menjejak sedang hati sang lelaki kabut terus bergelut dalam kalut hingga kusut….
huehehehehe….
February 19th, 2006 at 10:05 pm
Gpp lip.
Biar gay, kan sing penting nduwe wedok.
Hahaha…